あ。。。はじめまして。 Sudah lama banget Sen nggak nge-blog… Malah kalau dipikir-pikir, sudah berbulan-bulan Sen nggak nonton TV… あら~~ memang ada hubungannya? ^^;
Anyway, Sen mau beli dompet baru.
Selama ini Sen memakai dompet merek Exsport berwarna abu-abu yang desainnya cukup chic. Sayangnya, akhir-akhir ini kegilaan Sen akan apa-apa yang imut kembali menyeruak. Toh dompet ini sudah kucel dan rasanya sudah tidak muat untuk menampung kartu-kartu yang Sen miliki. Bukan, bukan kartu kredit ataupun debet, melainkan kartu-kartu macam kartu Timezone, kartu pasien anak tercinta, kartu Alfamart, dsb.
Tapi yang menyedihkan, dompet-dompet wanita yang beredar di pasaran dengan harga terjangkau hanya berbagai jenis berikut:
- Dompet model ibu-ibu
- Dompet model anak SD
Dompet ini biasanya banyak terdapat di Pasar Baru dan Mangga Dua, bentuknya menjiplak dompet-dompet merek terkenal. Yang jelas kalau saya memakai dompet ini, usia Sen akan bertambah 10 tahun.
Kalau yang ini, biasanya bahannya licin dan memiliki gambar cetakan murahan yang cepat luntur.
Tentu saja, ada dompet-dompet macam keluaran Planet Ocean, Export, Chatelain, dll. Tapi Sen nggak suka dompet-dompet begitu karena bahannya yang tebal dan kaku.
Sen akhirnya menemukan satu dompet karakter CoolCal. Dompet satu ini disainnya manis, berbahan kain, pokoknya imut! Sen nggak peduli meski ada temen Sen yang punya dompet ini, yang jelas hari ini harus beli dompet baru atau mati!
Masalahnya, dompet ini hanya Sen temui di Gramedia Citraland dan Toko Gunung Agung Atrium. Sen sempat ke Gramedia Matraman (yang tempatnya guede banget itu) tapi sama sekali nggak ada. So, hari ini Sen pergi ke Toko Gramedia Atrium dengat niat baik membeli dompet tersebut.
Karena rencananya mau mampir ke bank dulu, Sen pun berdandan rapih ala wanita kantoran (yang jelas-jelas membuat umur Sen tambah 10 tahun むはははは). Tapi yang namanya Plaza Atrium memang sudah terkenal dengan om-om mesum yang berkeliaran di dalamnya. Yah, setidaknya sekitar 5 pria usia 30-50an sempat menggoda saya. Humf =___=
Cantiknya, stok dompet yang disebutkan di atas ternyata…habis! Yang ada tinggal warna putih nan jorok. Sen dengan berat hati bertekad untuk mencari dompet tersebut di Toko Gunung Agung Kwitang (yang juga guedeee gedungnya). Karena tidak ada uang kecil untuk ongkos, Sen pun pergi ke J Co.
Sen: “Mas, Espresso-nya satu.”
Pelayan: “Espresso itu satu gelas kecil, pahit mbak.”
Sen: *annoyed* “Iya…”
Kenapa ya orang-orang masih heran kalau Sen memesan satu gelas Espreso? Apa orang semanis saya nampaknya t idak suka yang pahit-pahit? Saya tahu Espresso itu apa! Saya tahu! Kenapa selalu harus dijelaskan! Hixs (maaf, personal issue).
Back to topic, setelah mendapat uang receh untuk ongkos dan sampai ke Toko Gunung Agung di Kwitang, ternyata…dompetnya sama sekali nggak ada! Parahnya lagi, di sana sama sekali nggak ada dompet dari line CoolCat, CoolMix, etc yang biasanya ada di TGA/Gramedia di mall-mall. Sen pasrah, hanya ada satu lagi harapan: Toko Gunung Agung Kwitang B, yang berada cukup jauh (kalau jalan kaki) dari tempat Sen berada saat itu.
FYI, I was wearing a HIGH-heeled wedges. Sen memutuskan untuk jalan kaki.
God, why do I hate my feet so?
Jarak dari TGA #1 ke TGA #2 memakan waktu sekitar 10 menit perjalanan kaki. Itu artinya kaki Sen disiksa selama 10 menit, setelah sebelumnya disiksa sekitar 1 jam di Plaza Atrium.
Dan hasilnya…di TGA Kwitang #2 malah lebih nggak lengkap barangnya…
T^T
Well, sorenya Sen pergi ke Gramedia Golden Truly di Gunung Sahari, juga nggak ada. Oh iya, di Gramedia Pasar Baru juga barang ini nggak ada.
Lalu, intinya apa? Could someone tell me: Kenapa toko-yoko besar tersebut menjual barang hanya di outlet-otlet tertentu?! That is so annoying…
Well, atleast I managed to survive walking for a long time wearing wedges. That was an accomplishment, if I say so myself…
LOL


3 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
26 Maret 2009 pada 3:39 PM
vaile
wakakakakakaka…
my lil’ siz with her journey to find the best wallet…
LOL XD
26 Maret 2009 pada 3:41 PM
vaile
wew… bru saya ya yg komen sini..=___=a
gmn klo promosi di SIF aja, siz..
spy byk yg komen
13 Mei 2009 pada 1:56 AM
PuTu
LOL yg paling akhir dari cerita diatas mengisyaratkan tertawa lirih..
tapi spanjang saya baca cerita ini ga bisa berenti ngakak wkwkw..
cc sen ga ada niat bikin cerita2 komedi? G.G ~